Kamis, 16 April 2020

Memaknai Paskah

Judul: Memaknai Paskah
Nats: Yoh 20:19-21

20:19"Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu! " 20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."

Paskah atau kebangkitan Kristus sejatinya penting bagi setiap orang percaya. Lewat kebangkitan-Nya kita memiliki pengharapan yang kekal di surga nanti. Lebih lanjut, Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa Ia berkuasa atas semua alam semesta bahkan kematian sekalipun sekaligus membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang layak disembah.
 
Dari Yoh 20:19-21 kita belajar bahwa setidaknya ada dua pokok tentang makna kebangkitan Kristus. Pertama, kebangkitan Kristus membawa sukacita. Sukacita yang dimaksud adalah sukacita karena kita masih memiliki pengharapan di dalam Dia. Tidak bisa dibayangkan jika Kristus mati maka harapan kita pun lenyap. Lebih lanjut, kita masih memiliki pengharapan karena Kristus menjamin tempat kita di surga nanti.

Kedua, kebangkitan Kristus membawa damai sejahtera. Frase “damai sejahtera bagi kamu” menunjukkan bahwa Yesus adalah sang pembawa damai sejahtera. Ini membuktikan bahwa kita tidak perlu kuatir menghadapi dunia ini karena Yesus selalu memberikan damai sejahtera untuk kita. Apalagi di tengah situasi dunia yang sedang dipenuhi kekuatiran akibat penyakit menular, sudah seharusnya kita tetap percaya kepada Dia sumber damai sejahtera.

Dengan menyadari bahwa kebangkitan Kristus membawa sukacita dan damai sejahtera maka kita sejatinya sudah memaknai Paskah dengan benar. Jika diterapkan ke masalah yang terjadi di dunia sekarang perihal corona, maka kita harus menyadari bahwa semua ada di dalam kendali-Nya. Maka dari itu kita tidak perlu kuatir apalagi sampai tidak mempercayai-Nya melainkan kita seharusnya berserah kepada Dia.



By: Felix Justian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...