Kamis, 28 Mei 2020

Berjuang Sampai Akhir


https://cahayapengharapan.org/lalang-di-antara-gandum/

Nats: Mat 13:23-30
13:24 "Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. 13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Gandum sejatinya adalah tanaman yang sangat umum dijumpai dalam Perjanjian Baru khususnya pada masa pelayanan Yesus. Ini dikarenakan banyak masyarakat yang bekerja sebagai pemetik gandum. Gandum yang dipetik nanti diolah menjadi tepung dan menjadi bahan kebutuhan sehari-hari. Namun demikian, sebelum memetik gandum para pemetik diharuskan memisahkan lalang yang tumbuh di sekitarnya. Memisahkan lalang menjadi penting agar gandum menjadi bersih.

Oleh karena gandum adalah tanaman yang sering dijumpai maka Yesus menjadikannya perumpamaan untuk menyebrangkan Injil Kerajaan Allah. Dalam perumpamaan lalang di antara gandum, Yesus menjelaskan bahwa jika seseorang memotong lalang saat belum tinggi maka besar kemungkinan gandum yang ditanam akan ikut terpotong. Maka dari itu perlu untuk menunggu mereka sama-sama tinggi agar lalang bisa dipisahkan dari gandum. 

Perumpamaan ini mengajarkan kita suatu hal penting yaitu berjuang sampai akhir. Gandum itu ibarat kita sebagai orang percaya sedangkan lalang itu ibarat tantangan atau kesulitan yang ada. Seorang percaya hendaknya mencontoh bagaimana gandum bisa bertahan meski ada lalang di sekitarnya. Artinya sebagai orang percaya apapun kesulitan yang kita hadapi jangan lupa untuk tetap berjuang sampai akhir. Tentu saja berjuang sampai akhir bukan mengandalkan kekuatan sendiri melainkan kekuatan Tuhan. Pada akhirnya berkat perjuangan sampai akhir kita akan menikmati persekutuan yang indah bersama dengan Tuhan di surga nanti.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...