Kamis, 14 Mei 2020

Buktikan Kasihmu


https://voiceofgodyeshua.blogspot.com/2016/09/bolehkah-orang-kristen-memakan-makanan.html

Nats: 1 Kor 8:1-13
"8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan. " Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala   kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." 8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah ", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian-- 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. 8:8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." 8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. 8:10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala? 8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu. 8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus. 8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Kasih sejatinya adalah landasan dari kehidupan orang percaya. Acapkali banyak orang di luar sana mengenal orang percaya dari kasih yang ditunjukkan kepada mereka. Dengan kata lain kasih selalu menjadi ciri khas kehidupan orang percaya. Namun demikian, masih banyak orang percaya yang tidak menunjukkan kasih tersebut melainkan menjadi batu sandungan bagi orang lain (orang percaya maupun tidak percaya).

Latar belakang teks ini adalah ketidakpedulian seorang yang sudah lama menjadi pengikut Kristus kepada petobat baru. Pengikut Kristus yang sudah lama merasa mereka memiliki iman yang kuat sehingga berbuat seenaknya dengan memakan daging persembahan berhala tanpa memedulikan iman para petobat baru. Tindakan ini pada akhirnya menyebabkan mereka menjadi batu sandungan bagi para petobat baru. Ini dikarenakan para petobat baru belum memiliki konsep yang benar tentang daging yang dipersembahkan kepada berhala.

Konsep yang benar tentang daging yang dipersembahkan kepada berhala terdapat dalam ayat 4-6. Pada tiga ayat tersebut Paulus menjelaskan bahwa tidak ada berhala di dalam dunia ini karena semua yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Maka dari itu tidak ada yang namanya daging yang najis atau halal karena semua sudah dikuduskan di dalam nama-Nya.  

Dari teks ini kita belajar setidaknya dua hal penting. Pertama, jangan sombong dengan pengetahuan kita. Pengetahuan yang dimaksud disini adalah pengetahuan bahwa kita adalah orang yang paling benar. Orang-orang yang sudah lama percaya kepada Kristus berpikir bahwa tindakan memakan persembahan berhala di depan petobat baru adalah benar adanya. Tindakan inilah yang Paulus tegur dengan keras karena dengan melakukan tindakan seperti ini orang yang sudah percaya kepada Yesus menjadi batu sandungan bagi para petobat baru. Kedua, menghargai iman sesama. Banyak petobat baru yang belum memiliki iman yang cukup untuk mengerti konsep kehidupan Kristen (dalam konteks ini daging yang dipersembahkan kepada berhala). Maka dari itu sudah menjadi tugas kita agar menghargai iman mereka dengan tidak memakan daging yang dipersembahkan kepada berhala.

Melakukan kedua hal di atas sejatinya sudah menunjukkan bahwa kita sudah mampu membuktikan kasih kepada sesama. Maka dari itu jangan pernah bosan-bosan membuktikan kasih kita kepada sesama (orang percaya maupun belum percaya).

By: Felix Justian Harnanta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...