Jumat, 01 Mei 2020

Harta yang paling berharga

https://sahabatpegadaian.com/emas/kisah-nyata-tentang-harta-karun-emas-di-dunia
Judul: Harta yang paling berharga

Nats: Flp 3:7-14

"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus 3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus

Dalam kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari sesuatu yang berharga. Biasanya sesuatu yang berharga itu bisa berupa banyak hal. Misalkan: kenangan bersama orang yang disayang, keberhasilan di suatu tugas, dan sebagainya. Namun, banyak manusia kurang menyadari bahwa sebenarnya ada suatu yang lebih berharga daripada yang disebutkan di atas yaitu Mengenal Sang Pencipta.

Paulus adalah salah satu orang yang menganggap bahwa pengenalan akan Tuhan adalah harta yang paling berharga dibanding apapun. Sebelum mengenal Tuhan Paulus adalah seorang penganiaya jemaat sekaligus seseorang yang pandai menghafal kitab suci. Namun, setelah mengenal Tuhan ia menjadi pemberita injil dan menganggap bahwa mengenal-Nya adalah anugerah yang paling berharga dibanding apapun. Ini terbukti dari pernyataan bahwa segala sesuatu dianggap rugi. Segala sesuatu tersebut meliputi: gelarnya sebagai ahli kitab, prestasinya sebagai penganiaya jemaat dan sebagainya.

Paulus tidak hanya menganggap masa lalunya adalah sampah melainkan berfokus untuk memiliki pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan. Pernyataan ini dibuktikan dengan ungkapan Paulus di ayat yang ke 14 " berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa setelah pertobatannya hal yang sangat diinginkan Paulus hanyalah fokus untuk menambah pengenalannya akan Tuhan.

Sebagai orang percaya sudah seharusnya apa yang dilakukan Paulus kita teladani. Hendaknya kita menjadi seseorang yang menganggap pengenalan akan Tuhan lebih berarti dibanding apapun.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iman yang Sehat

Nats: Titus 1:5-9 "Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan su...