Rabu, 27 Mei 2020

Jangan Melupakan Tuhan Dalam Perencanaan


http://renunganlenterajiwa.com/2018/05/22/jangan-melupakan-tuhan-renungan-rabu-23-mei-2018/

Nats: Yak 4:13-17
4:13 "Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Untuk melakukan sesuatu tentu manusia membutuhkan sebuah perencanaan. Perencanaan biasanya disusun di dalam sebuah jadwal yang berisi apa saja yang akan dilakukan seseorang. Acapkali jadwal menjadi acuan apakah seseorang berhasil melaksanakan tugas yang sudah direncanakan atau tidak. Namun demikian, terkadang di dalam menyusun perencanaan ada satu hal yang sering dilupakan manusia yaitu Tuhan. Tindakan demikian tidaklah benar karena Tuhanlah yang sesungguhnya memberikan kita hikmat untuk menyusun perencanaan.

Yakobus dalam suratnya juga menekankan hal yang sama. Perlu diketahui bahwa Yakobus menulis suratnya kepada kedua belas suku di perantauan. Orang-orang yang ada disana seringkali melupakan Tuhan ketika membuat perencanaan. Maka dari itu Yakobus mengingatkan agar setiap orang percaya di perantauan selalu melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan. Tanpa Tuhan apapun yang direncanakan mereka akan sia-sia.

Melalui teks ini setidaknya ada satu pelajaran penting yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran pertama adalah jangan sombong. Yakobus menulis bahwa hidup manusia sejatinya seperti uap saja yang sebentar ada sebentar hilang. Ungkapan ini mengingatkan setiap orang percaya agar tidak sombong melainkan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Lebih lanjut, bergantung sepenuhnya juga termasuk menyerahkan semua rencana kita kepada Tuhan. Ini dikarenakan Tuhan adalah pribadi yang berdaulat penuh atas seluruh kehidupan kita. Maka dari itu hendaknya kita mengatakan "Jika Tuhan menghendaki, maka aku akan melakukan ini dan itu."

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...