Minggu, 10 Mei 2020

Mengekspresikan iman


https://www.renungankristiani.com/menyeimbangkan-iman-dan-perbuatan/

Judul: Mengekspresikan Iman
Nats: Luk 18:1-8
"18:1: Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." 18:6 Kata Tuhan:"Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru  kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi ?"

Dalam perumpamaan tentang hakim yang tak benar Yesus ingin mengajarkan para muridnya agar  mengekspresikan imannya dengan sungguh-sungguh. Ekspresi tersebut diwujudkan dengan selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dengan berdoa tidak jemu-jemu maka para murid secara langsung menunjukkan kepercayaan mereka kepada Yesus.

Sebagai orang percaya hendaknya kita menyadari bahwa ekspresi iman sangat penting. Ekspresi iman didapat dengan sebuah pengulangan dalam doa. Perilaku yang dilakukan janda tersebut adalah gambaran bagaimana kita sebagai orang percaya harus bersungguh-sungguh dalam mengekspresikan iman. 

Hal yang harus dicontoh dalam perumpamaan di atas adalah kegigihan atau ketekunan. Ketekunan yang dimaksud adalah ketekunan janda tersebut dalam meminta bantuan hakim. Sebagai orang percaya kita harus mengaplikasikan ketekunan tersebut dalam ekspresi iman. Yang dimaksud adalah mencontoh ketekunan tersebut dalam doa-doa yang kita naikkan. Janganlah bosan-bosan dalam menaikkan doa-doa kita karena Tuhan sudah menyediakan jawaban yang terbaik.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iman yang Sehat

Nats: Titus 1:5-9 "Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan su...