Selasa, 12 Mei 2020

Menyembah dalam Roh dan Kebenaran


https://medium.com/yesheisindonesia/diterima-untuk-diubahkan-e0f17100d625

Judul: Menyembah dalam Roh dan Kebenaran
Nats: Yoh 4:22-24
"Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba  sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Pada dasarnya manusia memiliki kesadaran bahwa ada realitas yang lebih tinggi dari dirinya yaitu Tuhan. Kesadaran ini membuat manusia melakukan apa yang disebut dengan penyembahan. Banyak agama-agama yang melakukan penyembahan dengan cara mereka masing-masing. Budha: menyembah dewa-dewi, Hindhu: menyembah dewa Wisnu, Brahma dan sebagainya. Namun demikian, sistem penyembahan seperti ini masih terikat oleh tempat dan waktu. Dengan kata lain tempat dan waktu sangat menentukan dalam penyembahan agama-agama tertentu

Berbeda dengan agama-agama lain, kekristenan tidak memiliki konsep penyembahan yang terikat oleh ruang dan waktu. Dalam cerita pertemuan antara perempuan Samaria dan Yesus, ada suatu konsep penyembahan baru yang diajarkan Yesus kepada perempuan Samaria itu. Biasanya, orang-orang Samaria melakukan penyembahan mereka di gunung atau tempat-tempat tertentu dan di waktu-waktu tertentu. Namun, Yesus mengajarkan bahwa untuk menyembah kepada Allah tidak perlu dibatasi oleh ruang dan waktu. Ini dikarenakan Allah sejatinya tidak terbatas adanya

Melalui perumpamaan ini setidaknya kita bisa belajar dua hal penting. Pertama, tentang hakikat penyembahan. Sebagai orang percaya kita harus bersyukur bahwa penyembahan yang kita lakukan tidak terikat dengan tempat dan waktu. Artinya kita bisa melakukan penyembahan dimana dan kapan saja. Misalkan: Di kamar, di tempat kerja, gereja, rumah dan sebagainya.

Kedua, tentang inti dari penyembahan. Inti dari penyembahan haruslah berpusat kepada Kristus bukan kepada manusia. Artinya yang harus layak dipuja hanyalah Kristus bukan manusia. Maka dari itu jangan sampai kita melakukan penyembahan yang berpusat kepada diri sendiri melainkan haruslah berpusat kepada Tuhan karena itulah inti penyembahan.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...