Senin, 18 Mei 2020

Merangkul Kenyataan


http://sahabat-doa-kristen.blogspot.com/2013/05/belajar-dari-hana.html

Nats: 1 Sam 2:1-10
"2:1 Lalu berdoalah Hana, katanya:"Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk  kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. 2:2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. 2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan  diuji. 2:4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. 2:5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. 2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. 2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. 2:8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. 2:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya  sendiri seseorang berkuasa. 2:10 Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

Pada dasarnya kenyataan hidup tidak bisa dilepaskan dalam diri manusia. Kenyataan tersebut bisa baik bisa juga tidak. Namun, yang perlu diperhatikan disini adalah respon yang diambil manusia. Banyak orang yang cenderung putus asa dan pada akhirnya mengakhiri hidupnya. Beberapa negara di dunia memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi seperti Jepang, Korea, dsb. Ini semua terjadi karena respon yang salah dalam menyikapi kenyataan hidup.

Hana adalah contoh seseorang yang mampu menerima kenyataan hidup. Selama hidupnya ia mengalami banyak peristiwa yang tidak enak atau pahit. Peristiwa tersebut antara lain mandul, cemoohan dari sekitar, dan sebagainya. Pada zaman dulu mandul adalah suatu aib bagi seorang perempuan. Ini dikarenakan mandul dianggap sebagai hukuman Allah. Lebih lanjut, perempuan yang mandul menerima sanksi sosial dari orang lain yaitu pengucilan. Namun demikian, Hana mampu melewati ini semua bersama Tuhan.

Dari kisah Hana setidaknya ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita dapat. Pelajaran pertama adalah menerima sebuah kenyataan. Kenyataan disini adalah realita kehidupan yang sedang terjadi dalam kehidupan kita. Menerima yang dimaksud adalah mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan. Dengan melakukan hal ini kita sesungguhnya sudah sampai di tahap awal merangkul kehidupan.

Pelajaran terakhir adalah menghadapi kenyataan. Yang dimaksud menghadapi disini adalah mengandalkan Tuhan. Hana sepanjang masa hidupnya selalu berdoa dan menangis di hadapan Tuhan. Ini adalah bukti bahwa Hana selalu mengandalkan Tuhan dalam menghadapi kenyataan hidup. Pada akhirnya Hana mengalami mukjizat dari Tuhan (kelahiran Samuel).

Sebagai orang percaya marilah kita menyadari betapa pentingnya merangkul kehidupan. Merangkul kehidupan meliputi dua aspek menerima kenyataan dan menghadapinya. Menerima kenyataan diartikan sebagai mengambil pelajaran hidup dari setiap peristiwa, sedangkan menghadapi kenyataan berarti mengandalkan Tuhan. Dengan kedua hal tersebut niscaya kita bisa merangkul kehidupan.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...