Kamis, 21 Mei 2020

Percaya Sebelum Melihat


https://jalankehidupan-djepun.blogspot.com/2019/02/hakim-hakim-611-24.html
Nats: Hak. 7:2-7
"7:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. 7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. 7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi." 7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum." 7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. 7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."

Gideon adalah salah satu contoh dari sekian banyak tokoh di Alkitab yang percaya sebelum melihat mukjizat dari Tuhan. Dalam bahasa Ibrani arti nama Gideon adalah pahlawan yang perkasa. Ini terlihat dari ucapan yang malaikat Tuhan sampaikan kepadanya ( Gid 6: 12 "Tuhan menyertai engkau ya pahlawan yang gagah berani). Namun demikian, Gideon adalah pribadi yang kurang percaya diri karena ia lahir di keluarga yang paling kecil dan seorang yang paling muda. Biasanya, orang yang terlahir di suku yang paling kecil ditambah lagi paling muda tidaklah dipandang oleh banyak orang. Maka dari itu Gideon merasa dirinya tidak pantas menjadi penyelamat bangsa Israel dari tangan orang Midian.

Setelah melalui proses yang panjang akhirnya Gideon memutuskan untuk menjawab panggilan Tuhan. Namun demikian, ada satu tantangan yang harus dilewati oleh Gideon. Tantangan tersebut adalah mempercayai Tuhan meski belum melihat pembebasan bagi bangsa Israel. Lebih lanjut, kepercayaan tersebut mencakup cara Tuhan yang hanya ingin Gideon menggunakan 300 orang dari 32.000 orang. Pada akhirnya Gideon memilih untuk percaya meskipun belum melihat mukjizat Tuhan dan sesuai perintah Tuhan Gideon menjadi pembebas bangsa Israel.

Sebagai orang percaya hendaknya kita meneladani kisah Gideon. Kita haruslah percaya meski belum melihat mukjizat dari Tuhan. Lebih lagi, jangan pernah meragukan Tuhan dalam apapun aspek kehidupan kita.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...