Selasa, 26 Mei 2020

Ritus Agama vs Sikap Hati


http://www.gbipasko.com/pages/bahan-care-cell-maret-2017/
Nats: Mat 6:5-8, 16-18

"6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. 6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 6:16 "Dan apabila kamu berpuasa janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Doa dan puasa sejatinya adalah dua dari beberapa pokok penting disiplin Kristen. Seringkali kedua elemen ini ditekankan baik dalam kelompok sel maupun ibadah-ibadah di Gereja. Namun demikian, banyak orang Kristen yang melakukan doa dan puasa dengan cara yang salah. Acapkali mereka melakukannya supaya dilihat oleh banyak orang. Lebih lagi, ada yang beranggapan bahwa dengan menunjukkan ke banyak orang jika mereka doa dan puasa maka akan dianggap memiliki kedewasaan rohani. 

Hal seperti di atas sejatinya sudah ada sejak zaman pelayanan Yesus di bumi. Hal-hal seperti itu dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Pada pasal sebelumnya Yesus menegur kebiasaan ahli taurat dan orang Farisi dengan sangat keras. Teguran tersebut dilakukan Yesus karena ahli taurat dan orang-orang Farisi hanya melakukan ritus agamawi mereka tanpa sikap hati yang benar. Lebih lanjut, Yesus mengingatkan para muridnya agar tidak mencontoh apa yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Ini dikarenakan melakukan seperti mereka hanya akan mengulang kesalahan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Dari nats di atas kita belajar suatu pelajaran penting. Pelajaran tersebut adalah milikilah sikap hati yang benar. Sikap hati disini menyangkut bagaimana kita bertindak dengan cara yang benar berkaitan dengan berdoa dan berpuasa. Tindakan tersebut antara lain berdoa di tempat tersembunyi, tidak bertele-tele, tidak menunjukkan ke orang lain kalau sedang berpuasa. Intinya ketika kita melakukan doa dan puasa janganlah kita memiliki sikap ingin dipuji oleh orang melainkan milikilah sikap yang rendah hati.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...