Rabu, 13 Mei 2020

Yesus Resah Dibuatnya


http://catatankhotbahkristen.blogspot.com/2013/09/bagaimana-respon-kita-saat-menghadapi.html
Nats: Mrk 4:35-41
"4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?  " 4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Masalah penderitaan merupakan salah satu hal yang tetap akan ada dalam kehidupan manusia sepanjang zaman. Hal tersebut akan dialami baik oleh mereka yang percaya Tuhan Yesus maupun yang tidak. Bagi Tuhan Yesus hal terpenting dari sebuah masalah bukanlah masalah itu sendiri, melainkan respon apa yang diberikan terkait respon tersebut. Selanjutnya, Tuhan mengharapkan bahwa iman kita mengalami pertumbuhan terkait dengan penyelesaian masalah.

Dari bacaan di atas ada beberapa hal yang kita pelajari. Pertama, Yesus sudah menyelesaikan banyak masalah sebelumnya. Berbagai masalah tersebut diselesaikan dihadapan para murid. Contoh: Roh Jahat diusir dari seseorang (Mrk 1:21-28), Ibu mertua Petrus dan banyak orang disembuhkan serta dilepaskan dari kuasa setan (Mrk 1:29-34), Menyembuhkan orang yang sakit kusta (Mrk 1:40-45), Orang lumpuh disembuhkan (Mrk 2:1-12), Menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya (Mrk 3:1-6), Menyembuhkan banyak orang (Mrk 3:7-12).

Kedua, sekarang murid-murid mengalami masalah! Yesus sedang tidur di buritan (ay 38), kemudian taufan yang sangat dahsyat mengamuk dan perahu mulai terisi air (ay 37). Murid-murid membangunkan Yesus bahkan menganggapnya tidak peduli (ay 38). Kemudian Yesus bangun dan menghardik angin tersebut, seakan-akan masalah selesai (ay 39).

Namun sejatinya ada masalah yang tidak kelihatan dan sangat berbahaya. Yesus resah dibuat oleh tindakan para murid. Tindakan tersebut antara lain: takut dan tidak percaya (ay 40). Takut dan tidak percaya, dalam pandangan Yesus lebih bermasalah daripada angin taufan yang dahsyat. Taufan yang dahsyat merupakan masalah yang jelas dan dapat dihentikan namun lain halnya dengan ketakutan yang tersembunyi dalam diri manusia (orang percaya). Yesus tidak resah dengan adanya taufan, Ia resah dengan ketakutan dan ketidakpercayaan para murid (orang percaya). Kebersamaan para murid dengan Yesus (menyaksikan perbuatan mujizat dan menerima pengajaran Yesus) ternyata tidak serta merta berdampak pada pertumbuhan iman mereka. Ini yang mengherankan Yesus! Yesus berharap para murid bertumbuh melalui pengalaman rohani dan semua pengajaran-Nya, namun ternyata tidak!

Kata takut dalam bahasa Yunani menggunakan kata deilos dari kata kerja deido yang selalu memiliki makna negatif. Kata ini dapat diartikan sebagai dikendalikan rasa takut atau kehilangan kecerdasan rohani. Jika dihubungkan dengan iman kata ini diartikan sebagai keraguan yang mendalam kepada kemampuan Yesus (konteks teks ini). Tentu saja hal ini membuat Yesus heran. Ini dikarenakan para murid sudah menyaksikan begitu banyak mukjizat dan menerima banyak pengajaran namun masih dikendalikan ketakutan dan bukan iman. Lebih jauh lagi hal ini menunjukkan bahwa para murid tidak benar-benar mengenal Yesus (ay 41)

Jika dikaitkan dengan pernyataan Yesus yang kedua "Apakah kalian belum juga memiliki iman (terjemahan teks asli )? maka kata takut dimaknai sebagai kehilangan keberanian atau menjadi pengecut. Lebih lanjut, frase ini tidak menunjukkan bahwa para murid tidak beriman melainkan angin taufan telah membuat mereka kehilangan keberanian untuk bertindak atas nama iman. Namun kenyataannya mereka sama sekali tidak melakukannya dan inilah yang membuat Yesus resah.

Bagaimana dengan kita? Mari kita renungkan pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Berapa lama kita telah menjadi murid Yesus? 2. Berapa banyak pengajaran yang telah kita terima sebagai murid Yesus? 3. Berapa banyak pengalaman rohani yang kita alami selama menjadi murid Yesus? 4. Apakah semua itu membuat iman kita bertumbuh? 5. Apakah dalam menghadapi masalah, kita masih cenderung menuduh bahwa Yesus tidak peduli? 6. Dari pengalaman nyata kita, apa respon pertama yang kita berikan? Panikkah? Bingungkah? Menyalahkan Tuhankah? 7. Lebih jauh lagi, apa yang mengendalikan kita, rasa takut atau iman kepada Tuhan Yesus? 8. Apakah kita percaya kepada Allah yang akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya, sambil kita dengan rajin melakukan apa yang menjadi bagian kita (bertindak)?

Tuhan dengan mudah dapat menyelesaikan semua masalah dalam kehidupan orang percaya namun ketika itu terkait dengan pertumbuhan iman dan keberanian untuk melakukan apa yang menjadi bagian kita (bertindak), semuanya bergantung pada diri masing-masing, sebab Tuhan tidak pernah memaksa!

By: Mesrin Rumaijuk, M.Th. (Ca)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...