Senin, 15 Juni 2020

Cintamu Tak Lagi Sama


Nats: 1 Sam 3:1-10
"Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang;  penglihatan-penglihatanpun tidak sering.



Cinta adalah elemen yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Acapkali cinta menjadi tolak ukur apakah manusia mengasihi sesamanya atau tidak. Misalkan di dalam sebuah pernikahan. Seseorang bisa dianggap tetap mencintai pasangannya jika dalam keadaan susah maupun senang mereka tetap bersama. Apabila yang terjadi sebaliknya maka bisa dipastikan mereka tidak mencintai pasangannya.

Cinta tidak hanya dihubungkan dengan sesama manusia melainkan juga kepada Tuhan. Dalam Alkitab ada satu tokoh yang menggambarkan cinta yang mendalam kepada Tuhan yaitu Samuel. Alkitab mengatakan bahwa Samuel sejak masa mudanya melayani Tuhan di Bait Allah. Ini membuktikan bahwa Samuel sangat mencintai Tuhan

Perilaku Samuel rupanya berbanding terbalik oleh apa yang dilakukan oleh anak-anak imam Eli. Anak-anak imam Eli berasal dari suku Lewi dan merekalah yang ditugaskan untuk melayani di Bait Allah. Namun demikian, mereka justru melakukan apa yang tidak berkenan di hadapan Allah yaitu mengambil korban sajian yang seharusnya dipersembahkan kepada Tuhan. Tindakan inilah yang menyebabkan Tuhan pada akhirnya menghukum mereka.

Apa yang dilakukan anak-anak imam Eli sejatinya adalah gambaran dimana cinta orang percaya kepada Tuhan bisa saja tak lagi sama. Jika diteliti lebih lanjut, ada dua hal yang menyebabkan cinta kepada Tuhan tak lagi sama. Hal pertama adalah kemerosotan rohani. Kemerosotan rohani bisa menjadi alasan dimana orang percaya sudah tidak lagi memiliki gairah untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Mereka disibukkan dengan kepentingan pribadi hingga melupakan Tuhan

Hal kedua adalah formalitas. Anak-anak imam Lewi melayani Tuhan di Bait Allah hanya sebagai formalitas saja. Artinya mereka tidak melayani Tuhan dengan segenap hati mereka. Hal serupa juga bisa terjadi dalam hidup kita sebagai orang-orang percaya. Kita melakukan pelayanan hanya ingin dilihat orang, takut dimarahi pemimpin Gereja, dan sebagainya.

Hendaknya kita sebagai orang percaya tetap memiliki cinta yang tak pernah pudar kepada Tuhan. Janganlah kita mencontoh anak-anak imam Eli melainkan contohlah Samuel yang sejak dini cinta pada Tuhan dan cintanya tak pernah pudar sampai ia tutup mata untuk selamanya

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...