Selasa, 02 Juni 2020

Kamu Adalah Penerang


https://cawanhikmat.blogspot.com/2017/08/perempuan-berdosa-yang-diampuni.html

Nats: Yoh 8:2-5
8:2 "Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

Perzinahan sejatinya adalah aib bagi siapa saja. Acapkali orang yang berzinah akan dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Tercatat 62,8% remaja di Indonesia sudah tidak perawan lagi. Data di samping diambil tahun 2018 dan bisa bertambah lagi dari tahun ke tahun.  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perzinahan menjadi sesuatu yang lumrah di Indonesia.

Peristiwa perzinahan sebenarnya sudah ada sejak zaman Yesus melayani. Peristiwa ini tercatat dalam Yohanes 2:2-11. Dalam peristiwa tersebut tertulis bahwa ada perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Perempuan ini pada akhirnya dibawa oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ke hadapan Yesus. 

Dalam kisah tersebut ada bagian yang perlu disoroti yaitu respon dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Respon mereka adalah menghakimi perempuan yang berdosa tersebut. Respon yang diberikan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sejatinya adalah salah. Disebut salah karena mereka memposisikan diri sebagai hakim atas sesama yang dimana tugas sebagai hakim adalah tugas Tuhan sendiri.

Dari kisah di atas kita sebagai orang percaya belajar suatu hal penting yaitu janganlah menghakimi melainkan kasihilah sesamamu. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan namun janganlah kita menghakimi melainkan kasihilah sesama supaya mereka dapat bertumbuh menjadi lebih baik.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pencobaan datang dari Diri Anda sendiri

  Nats: Yakobus 1:14-15 (TB)14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apa...