Rabu, 17 Juni 2020

Kasih Tanpa Pamrih


http://www.houseoftherock.org/weekly-devotional/luke1412-14

Nats: Luk 14:12-14
14:12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 14:13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14:14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Kasih sejatinya adalah elemen penting dalam kehidupan Kristen. Yang dimaksud elemen penting adalah ciri khas dari suatu kekristenan. Tak jarang orang di luar melihat setiap orang Kristen sebagai orang yang memiliki kasih. Namun demikian, masih banyak orang Kristen yang tidak melakukan kasih. Mereka menganggap sangat susah untuk melakukan kasih apalagi harus memiliki konsep yang benar di dalamnya.

Perumpamaan tentang undangan perjamuan adalah gambaran bahwa kasih harus diimplementasikan dengan benar. Dalam perumpamaan tersebut dijelaskan bahwa kasih haruslah tidak mengharapkan pamrih.  Namun pada kenyataannya, banyak orang percaya yang masih mengasihi dengan pamrih. Lebih lanjut, dalam perumpamaan tersebut Yesus memberikan dua kontras yang berbeda yaitu keluarga dan kerabat dengan kaum marginal. Dua kontras ini diberikan Yesus dengan suatu maksud yang berhubungan dengan latar belakang kaum Yahudi waktu itu. Banyak orang Yahudi yang hanya mau mengundang keluarga atau kerabat dekat untuk perjamuan dan mengharap mereka juga diundang. Di lain pihak bagi orang Yahudi mengundang kaum marginal najis adanya terlebih lagi mereka tidak akan mendapatkan imbalan dari perjamuan makan bersama kaum marginal tersebut.
Tindakan inilah yang tidak dianjurkan oleh Yesus untuk dilakukan oleh setiap orang percaya.

Pada akhirnya sebagai orang percaya janganlah kita mengharapkan pamrih dalam hal mengasihi. Marilah kita mengasihi dengan tulus kepada siapapun sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...