Senin, 08 Juni 2020

Mengubah yang Pahit Menjadi Manis


http://www.towards2020.org/devotion/komitmen-rut.html

Nats: Rut 1:1-6
"Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. 1:2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon,  semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana. 1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi , sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. 1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya. 1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab , sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Kehidupan manusia sejatinya tidak selalu berisi dengan kehidupan yang manis melainkan juga pahit. Kepahitan dalam hidup manusia bisa datang dari berbagai hal. Misalkan: perilaku orang lain, bencana alam, kehilangan orang yang disayangi dan sebagainya. Pada akhirnya semua bentuk kepahitan ini tidak bisa dihindari melainkan harus dihadapi.

Salah satu tokoh di Alkitab yang mengalami kepahitan dalam hidup adalah Naomi. Ia kehilangan kedua anak dan suaminya pada waktu hidup di negeri Moab. Peristiwa ini menyebabkan Naomi dan kedua keponakannya yakni Orpa dan Rut harus kembali ke negeri asalnya yaitu Betlehem-Yehuda. Namun di tengah perjalanan Orpa memutuskan untuk kembali ke Moab dan tinggal disana. Di negeri asalnya pun Naomi harus berjuang dari nol agar bisa memulihkan kondisi perekonomiannya. Berbagai pengalaman inilah yang pada akhirnya menyebabkan Naomi berkata "Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka bagiku."

Dewasa ini banyak manusia yang menyerah kepada keadaan pahit yang dialaminya. Namun kisah Naomi dan Rut mengajarkan kita bagaimana merespon keadaan yang pahit dalam hidup kita. Respon tersebut adalah tetap mempercayai bahwa Allah memegang kendali atas hidup kita. Kita perlu percaya bahwa Allah adalah pribadi yang berdaulat penuh atas kehidupan kita. Dengan demikian, keadaan apapun yang dialami tidak akan membuat kita putus asa melainkan semakin berharap kepada Tuhan.

By: Felix Justian Harnanta

2 komentar:

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...