Kamis, 11 Juni 2020

Siapa yang Menuntun Hidupmu


Nats: Hak 17:6
"Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.






Kebenaran menjadi aspek yang tak bisa dihindari dalam kehidupan manusia. Banyak manusia yang memperjuangkan kebenaran dalam kehidupan ini. Misal: saat orang difitnah ia memperjuangkan kebenaran di pengadilan, saat siswa dipersalahkan guru ia memperjuangkan kebenaran di depan kepala sekolah, dan sebagainya. Dengan demikian, setiap orang pada hakikatnya menyadari bahwa kebenaran sangat penting adanya.

Memasuki abad 21 makna dari kebenaran semakin berkurang. Ini dikarenakan pada abad ini kebenaran menjadi sangat relatif tergantung dari penilaian orang masing-masing. Namun sebenarnya, sifat kebenaran yang relatif sudah ada sejak zaman hakim-hakim dalam Perjanjian Lama. Pada saat hakim-hakim memerintah maka umat Israel melakukan yang benar dihadapan Tuhan. Sebaliknya, saat hakim-hakim tidak memerintah maka disitulah umat Israel melakukan apa yang benar menurut sudut pandang mereka masing-masing. Dengan demikian, hakim memegang peran penting untuk menuntun umat Israel kepada kehendak Tuhan

Pada zaman sekarang sudah tidak lagi diperlukan hakim untuk menuntun orang kepada Tuhan terlebih orang percaya. Sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa Tuhan adalah pribadi yang menuntun kita untuk mengerti apa itu kebenaran dan melakukannya. Pernyataan ini muncul dikarenakan sejatinya Tuhan adalah sumber kebenaran yang obyektif.. Pada akhirnya hendaklah kita sebagai orang percaya jangan mengandalkan diri sendiri atau sesuatu untuk menuntun kepada kebenaran melainkan andalkanlah Tuhan sebagai pribadi yang menuntun kepada kebenaran.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...