Minggu, 19 Juli 2020

Bertumbuh dalam Kasih


https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Paulus_kepada_Filemon

Nats: Flm 1: 9-18
" Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 1:9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 1:10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 1:11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 1:12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. 1:13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan  karena Injil, 1:14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela. 1:15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 1:16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan. 1:17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 1:18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku.

Kasih sejatinya adalah landasan kehidupan setiap orang percaya. Acapkali setiap orang yang belum percaya mengenal orang percaya sebagai orang yang memiliki kasih. Namun demikian, seringkali banyak orang percaya yang tidak menyadari hal ini. Ini terbukti dari banyaknya orang percaya yang enggan mengampuni sesamanya. Lebih lanjut, kasih haruslah mengalami pertumbuhan. Artinya kasih perlu diterapkan terus dalam kehidupan orang percaya sehingga mengalami pertumbuhan.

Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus mengingatkan agar kasih tetap menjadi landasan yang terutama. Paulus meminta Filemon untuk mengampuni dan menerima seorang bernama Onesimus. Onesimus adalah seseorang yang dipekerjakan oleh Filemon di rumahnya namun Ia berkhianat dengan cara mencuri dan mengambil harta milik tuannya. Akibat perbuatannya ia dipenjara untuk beberapa waktu lamanya. Di penjara ia bertemu dengan seorang rasul yang bernama Paulus dan bertobat di bawah pelayanannya. Setelah pertobatannya, ia bercerita kepada Paulus mengenai mengapa ia bisa dipenjara. Mendengar cerita Onesimus, Paulus mengirim surat kepada Filemon yang kebetulan dikenalnya. Surat tersebut berisi permintaan Paulus perihal penerimaan kembali Onesimus oleh Filemon.

Dari kisah di atas, kita belajar bagaimana kasih harus ditumbuhkan. Kasih harus ditumbuhkan melalui penerimaan dan pengampunan seperti yang dilakukan filemon kepada onesimus. Dengan kedua hal di samping niscaya kasih kita sebagai orang percaya akan terus mengalami pertumbuhan.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...