Rabu, 01 Juli 2020

Dia Buka Jalan



Nats: Yes 43:18-19

"43:18 firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."





Setiap manusia pasti memiliki pergumulan dalam hidupnya. Pergumulan tersebut bermacam-macam adanya. Misalkan: jodoh, keuangan, dan sebagainya. Acapkali banyak orang justru memilih jalan pintas untuk menyelesaikan pergumulan mereka, seperti: pergi ke dukun, merampok, membunuh, dan sebagainya. Namun demikian, cara-cara tersebut justru membuat seseorang semakin terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cara-cara seperti yang disebutkan di atas salah adanya.

Pergumulan seperti di atas juga terjadi dalam kehidupan orang percaya. Namun, yang menjadi pembeda adalah sikap atau bagaimana respon setiap orang percaya. Yes 43:18-19 mengajarkan kita tentang dua respon yang harus dilakukan ketika mengalami pergumulan. Pertama, milikilah sudut pandang yang baru. Segala hal yang terjadi dalam dunia ini tidak pernah memiliki pola yang sama. Salah satu contohnya adalah dalam dunia bisnis. Bisnis membutuhkan inovasi dalam setiap segi agar dapat bersaing. Misalkan: Inovasi dalam macam produk, membuat pola baru dalam pemasaran, dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa kita selalu menghadapi banyak hal baru dalam kehidupan sehingga membutuhkan cara baru dalam menyelesaikannya.

Kedua, tetap mempercayai Tuhan dalam kondisi apapun. Konteks narasi di atas adalah kisah bangsa Israel yang berada dalam pembuangan Babel. Pada masa itu Bangsa Israel mengalami penindasan oleh bangsa Babel. Ini menyebabkan mereka putus asa dalam menjalani kehidupan. Namun, Nabi Yesaya mengingatkan bahwa Tuhan akan datang menyelamatkan mereka dan memberi mereka harapan baru. Pada akhirnya bangsa Israel bebas dari penjajahan bangsa Babel. Dari sini kita belajar bahwa percaya kepada Tuhan adalah kunci dalam menghadapi pergumulan dalam hidup. 

Pada akhirnya kita sebagai orang percaya hendaknya tetap mempercayai bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik buat kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...