Minggu, 12 Juli 2020

Lakukan dengan Cara Tuhan


https://alkitab.sabda.org/bible.php?book=9&chapter=15&tab=pedia

Nats: 1 Samuel 13:6-13

" 13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi; 13:7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar. 13:8 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. 13:9 Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. 13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. 13:11 Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, 13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." 13:13 Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki permasalahan. Permasalahan ini mau tidak mau harus dicari jalan keluarnya. Namun, acapkali manusia menyelesaikan masalahnya tanpa mengandalkan kekuatan Tuhan melainkan dengan cara sendiri. Pada akhirnya manusia justru terjebak ke dalam permasalahan yang lebih rumit. 

Fakta di atas terjadi kepada seorang raja Israel bernama Saul. Saul adalah contoh seseorang yang menyelesaikan masalahnya tanpa pertolongan Tuhan. Ia merasa caranya dalam menyelesaikan masalah benar adanya. Namun demikian, Samuel justru mengkritik perbuatan Saul. Saul dianggap sudah melangkahi kehendak Tuhan. Ini dikarenakan Ia tidak meminta petunjuk Tuhan saat melawan orang Filistin melainkan membakar korban sajian demi keselamatan bangsanya. Perbuatan ini sangat tidak terpuji karena menjadikan Saul seakan-akan bisa menyelesaikan masalah tanpa perlu pertolongan Tuhan. Singkatnya, Saul tidak menyelesaikan masalah dengan cara Tuhan melainkan caranya sendiri.

Dari kisah di atas setidaknya kita belajar dua hal penting. Pertama, peka kepada suara Tuhan. Saul adalah seorang raja yang tidak peka kepada tuntunan Tuhan. Ia termasuk orang yang terlalu percaya diri sehingga merasa berkuasa penuh atas Israel. Lebih lanjut, ia merasa paling berpengalaman dalam perang sehingga baginya tidak perlu meminta pertolongan Tuhan. Tindakan Saul janganlah sampai kita contoh. Sebagai orang percaya peka kepada suara Tuhan dan meminta pertolonganNya dalam menyelesaikan masalah adalah hal penting.

Kedua, percaya kepada Tuhan. Sebagai orang percaya mempercayai bahwa Tuhan sanggup melakukan sesuatu sangat penting adanya. Ini dikarenakan dengan mempercayai Tuhan secara tidak langsung setiap orang percaya mengakui kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu termasuk setiap permasalahan yang dialami. Maka dari itu tanpa percaya kepada Tuhan mustahil kita sebagai orang percaya dapat meyelesaikan sesuatu sesuai dengan cara Tuhan.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Sebuah Kemerdekaan

Nats: Gal 5:4-15 5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih k...