Jumat, 31 Juli 2020

Makna Sebuah Kemerdekaan


https://faoberte.wordpress.com/2011/08/29/kemerdekaan-kristen-yang-terampas/
Nats: Gal 5:4-15

5:4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia 5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? 5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu. 5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan. 5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia. 5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya! 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! " 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Pada hakikatnya setiap manusia sangat senang jika memiliki kemerdekaan dalam hidup. Namun demikian, konsep mengenai kemerdekaan seringkali disalahartikan. Banyak orang menafsirkan kebebasan dengan arti sebebas-bebasnya tanpa peraturan apapun. Arti seperti inilah yang membuat manusia pada akhirnya menjadi pribadi yang susah taat pada peraturan apapun.

Dalam kekristenan perspektif mengenai kemerdekaan sangat berbeda dengan yang sering dimaknai banyak orang. Kemerdekaan diartikan sebagai bebas dari perbudakan dosa. Artinya setiap orang Kristen sudah bebas dari perbudakan dosa sejak mengenal Yesus. Lebih lanjut, kemerdekaan kekristenan tidak ditentukan dari perbuatan seperti sunat, melakukan hal baik dan sebagainya. Perbuatan-perbuatan seperti itu tidaklah menentukan standar kebenaran kekristenan.

Sebagai orang percaya hendaknya kita dapat memaknai kemerdekaan dengan benar. Kemerdekaan bukan diartikan sebagai bebas dari aturan tapi bebas dari perbudakan dosa. Lebih lanjut, kemerdekaan bukan menjadi peluang agar setiap orang percaya bebas melakukan dosa melainkan untuk saling melayani. Saling melayani yang dimaksud antara lain saling memberi, mendoakan dan sebagainya.

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...