Senin, 10 Agustus 2020

Iman yang Sehat


Nats: Titus 1:5-9

"Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu 1:6 yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri , yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. 1:7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat  harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, 1:8 melainkan suka memberi tumpangan, v  suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri. 1:9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.1:13: Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah f  mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman

Pada dasarnya seorang percaya tidak mungkin memiliki iman yang selalu sehat. Acapkali banyak kejadian yang membuat orang percaya pada akhirnya memiliki iman yang tidak sehat. Kejadian-kejadian tersebut antara lain gagal mempraktekkan Firman Tuhan, jatuh dalam dosa, kurang percaya kepada Tuhan, dan sebagainya. Pada akhirnya, jika keadaan ini terus dibiarkan lama kelamaan seorang percaya akan kehilangan iman.

Dalam suratnya kepada Titus, Paulus menegaskan betapa pentingnya memiliki iman yang sehat. Iman yang sehat pertama-tama harus dimiliki setiap penatua-penatua kemudian diajarkan kepada jemaat. Lebih lanjut, seorang penatua yang memiliki iman sehat memiliki beberapa ciri. Ciri-ciri tersebut antara lain: tak bercacat, bukan pemarah, tidak serakah, dan sebagainya (ay 6-7)

Dari nats di atas kita dapat belajar tiga hal berkaitan dengan memiliki iman yang sehat. Pertama, kerelaan hati untuk diperbaiki. Artinya seorang percaya harus memiliki hati yang rela untuk menerima teguran dari Tuhan. Teguran tersebut dapat datang melalui Firman Tuhan atau sesama manusia. Tanpa kerelaan hati untuk diperbaiki maka sangat mustahil orang percaya memiliki iman yang sehat

Kedua, memiliki penundukkan diri kepada Firman Tuhan. Penundukkan diri dapat diartikan sebagai kerelaan untuk melakukan sesuatu tanpa mempertanyakannya. Jika dihubungkan dengan Firman Tuhan maka penundukkan diri berarti melakukan Firman Tuhan tanpa tanpa bertanya apapun kepada Tuhan. Pada akhirnya, penundukkan diri membuat iman seorang percaya terus bertumbuh.

Ketiga, peka kepada pimpinan Roh Kudus. Dalam kehidupan tentu banyak hal yang terjadi dan acapkali menimbulkan dilema iman. Misalkan: berbohong demi kebaikkan, takut menegur orang yang punya jabatan, dan sebagainya. Untuk itulah dibutuhkan kepekaan kepada Roh Kudus agar dapat melakukan sesuatu yang benar berdasarkan Firman Tuhan

Pada akhirnya, ketiga hal inilah yang membuat iman seorang percaya tetap sehat. Ini dikarenakan ketiga hal ini menjadi pengingat agar setiap orang percaya terus menjaga imannya di hadapan Tuhan. 

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...