Selasa, 11 Agustus 2020

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10

"Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya."

Memahami peran Imanuel atau Allah sebagai penyelamat dalam kehidupan setiap orang percaya itu penting. Imanuel itu sendiri artinya Allah beserta kita. Pada zaman dulu, banyak bangsa Yehuda yang menggunakan kata ini. Terutama saat bangsa Yehuda berada dalam masa kesesakan. Berkat pertolongan Imanuel, bangsa Yehuda berhasil lepas dan bebas dari kesesakan yang mereka rasakan. Kebebasan juga dirasakan rasakan karena mereka percaya akan janji Tuhan bagi orang percaya. Itulah sebabnya mengapa mereka sangat menghargai kata “Imanuel” ini. Begitu juga dengan umat Kristiani. Keyakinan yang teguh, akan membuat setiap orang percaya dapat bertahan menghadapi apa pun yang terjadi dalam hidupnya.

Di masa-masa pandemi yang sedang terjadi saat ini, mungkin sulit untuk melihat kebaikan

Tuhan, mungkin kita malah menyalahkan Tuhan. Peristiwa Ayub dapat menjadi perenungan bagi kita  bagaimana Allah selalu menyertai kita dalam setiap keadaan. Ayub 2:10 (TB) berkata, "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." Oleh sebab itu janganlah menjadi pribadi yang berpikir pendek dan selalu mengharapkan yang baik-baik saja. Belajarlah untuk bisa melewati apapun bersama dengan Yesus sang Imanuel itu karena di balik setiap peristiwa ada kebaikan.  Tidak selamanya sesuatu yang buruk akan terus memburuk.

Di masa-masa sulit yang ada sekarang ini, sebagai anak Tuhan, tindakan yang tepat adalah tetap percaya pada penyertaan Tuhan. Berikut, kita dapat saling menopang dan menolong dengan membagikan berkat yang dimiliki kepada orang-orang di luar sana yang mengalami dampak pandemi. Kitab Amsal 3:27 (TB)  berkata,"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang￾orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." Ada berkat yang Tuhan akan sediakan bagi setiap orang yang terbuka hati untuk Tuhan, mungkin kita malah menyalahkan Tuhan.  Peristiwa Ayub dapat menjadi perenungan bagi kita bagaimana Allah selalu menyertai kita dalam setiap keadaan. Ayub 2:10 (TB) berkata, "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya." Oleh sebab itu, janganlah menjadi pribadi yang berpikir pendek yang selalu mengharapkan yang baik-baik saja, belajarlah untuk bisa melewati apa pun bersama dengan Allah sang Imanuel itu, karena di balik setiap peristiwa ada kebaikan.

Tidak selamanya sesuatu yang buruk akan terus memburuk.  Di masa-masa sulit yang ada sekarang ini, sebagai anak Tuhan, tindakan yang tepat adalah tetap percaya pada penyertaan Tuhan. Berikut, kita dapat saling menopang dan menolong dengan membagikan berkat yang dimiliki kepada orang-orang di luar sana yang mengalami dampak pandemi. Kitab Amsal 3:27 (TB) berkata,"Janganlah menahan kebaikan daripada orang￾orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." Ada berkat yang Tuhan akan sediakan bagi setiap orang yang terbuka hati untuk memberkati siapapun di luar sana.

By: Linda Wijayarso

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Tunda

Nats: Luk 7:36-38, 47. "Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu d...