Selasa, 25 Agustus 2020

Tabut Perjanjian

 Nats: 1 Raj 8:1-13"

"Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion. 2 Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.3 Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu. 4 Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.5 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. 6 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub; 7 sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.8 Kayu-kayu pengusung itu demikian panjangnya, sehingga ujungnya kelihatan dari tempat kudus, yang di depan ruang belakang itu, tetapi tidak kelihatan dari luar; dan di situlah tempatnya sampai hari ini.9 Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.  10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN, 11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN. 12 Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. 13 Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya." 

Tabut perjanjian merupakan tempat yang berisikan dua loh batu perjanjian antara Tuhan dengan bangsa israel, itu merupakan sepuluh hukum yang harus menjadi standar ukuran hidup mereka (1raja-raja 8:9). Hukum atau perjanjian yang dilakukan oleh Allah ini menunjukkan bahwa Allah tidak kompromi dengan yang namanya dosa, karena pribadi Allah yang kita sembah adalah pribadi yang kudus. Perjanjian ada diakibatkan karena ketidaktaatan manusia, hukum taurat atau perjanjian yang dilakukan sebagai tolak ukur kesetiaan bangsa Israel.

Dosa membuat manusia terpisah dengan Allah, ketika Allah ingin menyampaikan pesan untuk para nabi-nabi yang Allah itu tidak secara langsung namun melalui sarana karena ada ayat firman Tuhan juga mengatakan " karena semua orang telah melakukan dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah".  Untuk bertemu dengan Allah pada masa perjanjian lama harus ada korban binatang, karena setiap orang pasti melakukan kesalahan harus ada korban yang dipersembahkan kehadapan Allah sebagai tanda penghapusan dosa. Ini sebagai pertanda pribadi Allah ini bersifat kudus oleh sebab itu harus ada korban karena seseorang tidak dapat menghampiri Allah dengan cara yang tidak layak.

Manusia kita adalah daging yang memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, mintalah untuk kehidupan ini dibaharui senantiasa oleh Tuhan. Tuhan hadir dan nyata bagi setiap orang undang pribadi Tuhan untuk senantiasa memimpin kehidupan ini karena pribadi Tuhan itu begitu nyata.

By: Linda Wijayarso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lemah bukan Berarti Kalah

 Nats: 1 Sam 17:12-39 12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-lak...