Kamis, 17 September 2020

Lemah bukan Berarti Kalah


 Nats: 1 Sam 17:12-39

12 Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.14 Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul. 15 Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem. 16 Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.17 Isai berkata kepada Daud, anaknya: "Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu.18 Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribus. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.19 Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin." 20 Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang. 21 Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan. 22 Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat.23 Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya.24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan. 25 Berkatalah orang-orang Israel itu: "Sudahkah kamu lihat orang yang maju itu? Sesungguhnya ia maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel."26 Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" 27 Rakyat itu pun menjawabnya dengan perkataan tadi: "Begitulah akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan dia."28 Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran."29 Tetapi jawab Daud: "Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!" 30 Lalu berpalinglah ia dari padanya kepada orang lain dan menanyakan yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." 37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. 39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya.

Daud merupakan anak terakhir dari Isai.  Pekerjaan dari daud adalah menggembalakan kambing domba ayahnya Isai.  Daud mungkin adalah orang yang sangat tidak diperthitungkan oleh ayahnya Isai pekerjaan hari-hari dia adalah menggembalakan kambing domba.  Teringat akan peristiwa ketika Daud akan diurapi menjadi raja, ketika Tuhan menyuruh Samuel untuk mengurpi salah satu dari anak Isai semua anak-anak Isai di panggil hanya Daud saja yang tidak dipanggil.  Daud sempat dilupakan namun Tuhan tidak melupakan Daud.  Manusia boleh memperlakukan hidup anda secara tidak adil namun tetap pandang kepada Tuhan jangan melihat kepada manusia karena letak kekuatan sebenarnya hidup manusia hanya pada Tuhan tidak ada pada manusia.  Setiap orang boleh melakukan tindakan yang salah atas hidup anda namun ingatlah rencana Tuhanlah, yang akan Tuhan kerjakan dalam kehidupan setiap anda.

Daud pernah mengalami titik terendah dalam kehidupannya yang kesehariannya hanya menggembalakan kambing domba, ini merupakan pekerjaan paling rendah yang dilakukan pada masa itu namun Tuhanlah yang telah membuat pemilihan atas kehidupan Daud.  Keadaan yang dihadapi tidak dapat menjadi penghalang untuk Tuhan membuat perbedaan yang jauh lebih besar dalam kehidupan anda yang berbeda dari orang-orang diluar sana.  Daud adalah pribadi yang selalu melekat dihati Allah.  Rahasia dari hidup Daud dia selalu menggantungkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan, teringat kembali awal dimana ketika Tuhan menyuruh Nabi Samuel untuk mengurapi Daud jangan pandang paras dan rupanya sebab “Aku telah menolaknya”.  Tuhan melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh manusia yaitu hati yang dekat dengan Tuhan.  Hidup anda bukan tergantung pada perlakuan sesama kepada anda semua kembali kepada setiap pribadi masa depan anda, anda sendiri yang menentukan bukan tergantung pada perlakuan orang lain terhadap anda semua kembali kepada pilihan.

Daud dengan tubuh yang kecil berani menghadapi Goliat yang sudah menghina nama Tuhan, menarik sekali ketika menyimak dari 1Sam.17: 23-25, ketika orang Israel banyak yang mundur namun Daud tidak.  Daud memiliki Roh Allah yang hidup dalam kehidupannya sehingga dia berani menghadapi Goliat.  Jangan ijinkan ketakutan itu ada dalam diri setiap anda menguasai hidup sehingga tidak mengalami karya tangan Tuhan, anda punya Tuhan yang hidup untuk menghadapi semua yang datang dalam kehidupan.  Katakanlah kepada diri sendiri saat aku lemah disitulah kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam hidup ku.  Jangan takut lihatlah pekerjaan baik yang Tuhan sudah sediakan jangan pernah berhenti berharap.  Jangan keadaan dan situasi membuat anda menjadi tawar hati hadapilah semuanya dengan kekuatan yang dari Tuhan dan bergantung penuh kepada Tuhan.

Alasan dibalik keberhasilan atau Tuhan memilih anda adalah kesetiaan hidup dihadapan Tuhan, untuk melihat karya dan rencana Tuhan perlu menjaga hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.  Tanpa hubungan dan kebenaran Firman Tuhan yang menjadi fokus utama dalam kehidupan anda kepada Tuhan, anda tidak dapat melihat apa yang sedang tangan Tuhan kerjakan.  Jangan sampai kelemahan, keterbatasan, kekurangan, masalah didalam diri lebih besar dari pada kuasa Tuhan sehingga menjadi penghalang untuk Tuhan berkarya.  Jangan menaruh fokus untuk semuanya itu tetapi harus kepada Tuhan.

 

By: Linda Wijayarso


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawasi Hidup dengan Iman yang Teguh

Nats: 1 Ptr 5:8-9 Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Law...