Jumat, 11 September 2020

Memaknai Perjamuan Kudus


 Nats: Mat 26:26-28

"Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." 26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. 26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa  26:29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."

Setiap orang percaya pasti tidak asing dengan istilah perjamuan Kudus. Banyak Gereja merayakannya dengan berbagai versi. Ada yang merayakannya sebulan sekali, dua bulan sekali, seminggu sekali dan sebagainya. Meski demikian, masih banyak orang percaya belum mengerti apa arti dari perjamuan kudus. Banyak di antara mereka yang masih memaknai perjamuan Kudus sebagai upacara seremoni biasa.

Nats di atas mengajarkan kita setidaknya tiga makna tentang perjamuan kudus. Makna pertama adalah pengampunan Kristus bagi dosa kita. Artinya perjamuan kudus adalah upacara dimana kita mengingat betapa besar dan agungnya karya Kristus yaitu kematian-Nya di kayu salib. Dengan kematian Kristus di kayu salib dosa kita diampuni oleh-Nya. Lebih lagi kita diangkat menjadi anak-Nya. Maka dari itu kita juga mendapat hak waris kerajaan Surga

Makna kedua adalah persekutuan. Artina lewat perjamuan kudus kita diingatkan untuk saling mengasihi satu sama lain. Dengan mengasihi kita benar-benar mewujudkan apa yang Yesus inginkan terjadi di dalam setiap orang percaya. Ini dikarenakan kasih adalah ciri khas dari kehidupan Kristen.

Makna terakhir adalah kekekalan. Artinya perjamuan kudus adalah sarana untuk mengingatkan bahwa ada jaminan bahwa kita akan hidup bersama Kristus dalam kekekalan. Maka dari itu hendaklah kita tetap setia dalam mengikut Tuhan sampai akhir

By: Felix Justian Harnanta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbatas itu Berguna

  Nats: Mzm 90:10" Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan ...