Senin, 05 Oktober 2020

Jangan Sembarangan Bernazar

 

Nats: Hak 11:29-40

"Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, 31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran." 32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya. 33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroër sampai dekat Minit — dua puluh kota banyaknya — dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan. 35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."  36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu." 37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.

Kebanyakan dari setiap orang ketika menghadapi masalah yang sedang menghimpit dalam kehidupan tidak tau harus berbuat apa lagi, terkadang ada nazar yang diucapkan melalui mulut ini.  Nazar sendiri ini adalah janji yang diucapkan kepada Tuhan ketika Tuhan melakukan sesuatu yang sedang dikerjakan itu berhasil namun ada janji yang dibuat dengan Tuhan atas pertolongan dan campur tangan Tuhan.  Ketika nazar yang terucapkan harus dipertanggungjawabkan karena nazar merupakan perjanjian yang dibuat oleh seseorang kepada Tuhan.

Faktor yang membuat seseorang langsung membuat nazar keadaan yang menghimpit dan kemudian membuat sebuah perjanjian dengan Tuhan, salah satunya yang dibuat oleh Yefta karena tidak berpikir panjang namun semuanya sudah terjadi. Ada hal yang tinggal hanyalah tepati nazar itu dengan setiap resiko yang ada.

Perlu pemikiran yang baik ketika mengucapkan kata-kata sebuah perjanjian bukan hanya kepada Tuhan tetapi kepada sesama juga, mintalah tuntunan Tuhan karena itu merupakan hal penting sekali karena ambisi dan keinginan yang akan menimbulkan tindakan yang salah.  Lebih baik dalam menjalankan segala sesuatu baik berhasil ataupun tidak tetap di doakan namun jangan pernah mengeluarkan sebuah nazar yang membuat penyesalan.

Genapilah apa yang sudah di nazarkan selanjutnya biarlah campur tangan dan kedaulatan Tuhan yang bertindak atas semuanya.  Jangan pernah lari dari setiap hal yang harus ditepati kerjakan bagian yang harus dikerjakan selanjutnya tunggulah campur tangan Tuhan terjadi. Tuhan ada dan Tuhan melihat semua hal yang dikerjakan

By: Linda Wijayarso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Segarkan Hidup Setiap Hari

 Nats: Mzm 52:8-9 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya r   akan kasih setia Allah untuk s...