Kolom Opini: Gereja sebagai Charismata

 

Gereja sebagai charismata ada di dalam tulisan Paulus. Secara singkat, gereja sebagai charismata adalah gereja yang mengedepankan karunia-karunia Roh Kudus. Namun demikian, sifat dari karunia tersebut tidak hanya kharismatis melainkan non kharismatis.  Ladd mengatakan bahwa karunia kharismatis bersifat supraalamiah sedangkan karunia non kharismatis bersifat alamiah. Karunia supraalami meliputi nubuat, mukjizat kesembuhan, berbahasa lidah, sedangkan karunia yang alami adalah pengajar, administrasi, diaken dan sebagainya.

Ayat yang mengindikasikan gereja sebagai Kharismata adalah 1 Kor 12:7. Menurut Grosheide ayat ini mengindikasikan bahwa karunia tersebut bersifat universal. Artinya diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Fee menambahkan, “Dalam ayat ini Paulus juga menjelaskan mengenai tujuan karunia tersebut diberikann. Tujuan yang dimaksud adalah untuk kebaikkan bersama. Artinya karunia tersebut diberikan untuk membangun kehidupan jemaat.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat dikatakan bahwa gereja sebagai charismata pada hakikatnya  berhubungan dengan karunia Roh Kudus dalam kehidupan jemaat. Namun demikian, karunia tersebut tidak bisa digunakan untuk kepentingan subyektif melainkan harus obyektif.  Artinya karunia tersebut digunakan untuk membangun satu dengan yang lain.

Sumber:

Fee, Gordon D. The First Epistle to The Corinthians: New International Commentary on The New Testament, Michigan: Eerdmans Publishing, 1987.

Groseheide, F.W. The First Epistle to the Corinthians: The New International Commentary on The New Testament. Michigan: Eerdmans Publishing, 1980.

Ladd, George Eldon.  Teologi Perjanjian Baru II.  Diterjemahkan oleh Urbanus Selan& Henry Lantang. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse