Kolom Opini: Gereja Bersaksi tentang Kerajaan Allah


 

            Gambaran mengenai kesaksian Gereja tentang Kerajaan Allah paling jelas terdapat pada Mat 10 dan Luk 10.[1]  Mengenai gambaran dalam Mat 10, Hagner mengatakan, “Objek fundamental dalam misi adalah proklamasi tentang kedatangan Kerajaan Allah.”[2]  Morris menambahkan, “Kedatangan Kerajaan Allah tersebut berhubungan dengan pekerjaan Yesus selama di bumi.”[3]  Artinya para murid melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Yesus.[4]  Pekerjaan tersebut meliputi menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta, mengusir setan-setan.  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berita mengenai kedatangan Kerajaan Allah berhubungan dengan kuasa Yesus yang memerdekakan manusia.

Gambaran kedua mengenai kesaksian Gereja tentang Kerajaan Allah terdapat dalam Luk 10.[5]  Menurut Stein dalam perikop ini Lukas ingin memberi penekanan kepada inti dari misi Yesus yang perlu dilakukan para murid.[6]  Inti yang dimaksud berhubungan dengan instruksi untuk memberitakan Injil.  Instruksi tersebut meliputi memiliki komitmen yang kuat, bertahan dalam penganiayaan dan sebagainya.[7]  Ia menambahkan, “Dalam perikop yang sama Lukas juga ingin menekankan mengenai penghakiman terakhir.”  Penghakiman ini berhubungan dengan orang-orang yang menolak berita Injil.[8]  Maka dari itu dapat dikatakan bahwa kesaksian Gereja mengenai Kerajaan Allah meliputi dua pokok penting yaitu penghakiman bagi yang tidak percaya dan keselamatan bagi yang percaya. 

Berita mengenai kedatangan Kerajaan Allah dalam Injil Sinoptik pada hakekatnya bersifat universal.  Ini terlihat dalam keikutsertaan orang-orang non Yahudi sebagai penerima Kerajaan itu (Mrk 12:1-9).[9]  Mengenai perikop ini Hurtado mengatakan, “Perumpamaan penggarap kebun anggur merupakan gambaran mengenai ketidaktaatan atau penolakan para pemimpin Israel kepada perintah Tuhan yang disampaikan oleh para nabi.”[10]  Ladd menambahkan, “Penolakan tersebut pada akhirnya membuat tempat orang Israel dalam Kerajaan Allah digantikan oleh orang-orang lain yang terpercaya.”[11]  Menurut Santoso orang-orang yang terpercaya menunjuk kepada orang-orang non Yahudi.[12]  Namun demikian, pernyataan ini tidak mengindikasikan tempat orang Yahudi digantikan oleh orang-orang non Yahudi dalam Kerajaan Allah.[13]  Sebaliknya, perumpamaan ini menegaskan bahwa orang-orang non Yahudi juga berhak mendapat tempat dalam Kerajaan Allah.[14]  Singkatnya, Kerajaan Allah tidak lagi eksklusif milik Yahudi melainkan bersifat universal.  Artinya semua orang baik Yahudi maupun non Yahudi memiliki kedudukan yang sama di dalam Keraajaan Allah.



 

[1] Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid I, diterjemahkan oleh Urbanus Selan& Henry Lantang,148.

[2] Hagner, Word Biblical Commentary: Matthew 1-13, 271.

 

[3] Morris, Injil Matius, diterjemahkan oleh Hendry Ongkowidjojo, 254

 

[4] Ibid.

[5] Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid I, diterjemahkan oleh Urbanus Selan& Henry Lantang, 148.

 

[6] Robert H Stein, Luke (NAC), (Tennesse: Broadmann Press, 1992), 308.

 

[7] Ibid.

 

[8] Ibid.

 

[9] Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid I, diterjemahkan oleh Urbanus Selan& Henry Lantang, 149.

 

[10] Hutardo, Mark: New International Biblical Commentary, 191.

 

[11] Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid I, diterjemahkan oleh Urbanus Selan& Henry Lantang, 149.

[12] David Iman Santoso, Tafsiran Injil Markus, (Malang: Literatur SAAT, 2014), 348.

 

[13] Craig A Evans, Word Biblical Commentary: Mark 8:27- 16:20, (Nashville: Thomas Nelson Publishers, 2001), 237.

 

[14] Santoso, Tafsiran Injil Markus, 348.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse