Belajar dari Jemaat di Laodikia

Nats: Wahyu 3:14-22

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: p  Inilah firman dari Amin, Saksi q  yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan r  Allah: 3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: s  engkau tidak dingin dan tidak panas. t  Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, u  dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, v  3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian x  putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; z  sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu b  dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 3:22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat 3 ."

Laodikia, Yunani: λαοδικεια - laodekeia, artinya: keadilan untuk rakyat, adalah suatu kota perdagangan penting di lembah Likos daerah Frigia. Suatu kota di propinsi Romawi wilayah Asia. Letaknya di bagian barat negara Turki yg sekarang. Awalnya, kota itu dibangun oleh Antiokhus II (261-246 sM) (dari wangsa Seleukid) untuk menghormati permaisurinya Laodike. Di kemudian hari Laodikia dikuasai bangsa Romawi. Kota Laodikia terkenal oleh pembuatan wool bulu domba hitam dan menjadi pusat ilmu ketabiban. Agama kristen dimasukkan oleh Epafras ke Laodikia maupun ke Kolose, sebuah kota tetangganya (Kolose 4:12-13). Laodikia berada di persimpangan jalan raya utama, yaitu jalan raya lintas Asia Kecil yg membentang ke barat menuju ke pelabuhan-pelabuhan Miletus dan Efesus, kr 160 km jauhnya; ke arah timur lewat lereng yg landai menuju dataran tinggi di bagian tengah dan dari situ terus menuju Siria. Ada jalan lain ke arah utara menuju ibukota propinsi yaitu Pergamum, dan ke selatan menuju pantai ke Atalia.

Karena letaknya begitu strategis, maka kota ini menjadi pusat perdagangan yg sangat makmur, terutama pada zaman pemerintahan Romawi. Ketika kota itu hancur karena gempa bumi yg hebat thn 60 M, kota itu sanggup menolak tawaran bantuan biaya pembangunan kembali dari kaisar. Laodikia menjadi pusat yg penting untuk perbankan dan pertukaran (Cicero, ad Fam 3.5.4). Dan karena terletak di lembah Sungai Likus yg lebar, kota ini dikelilingi oleh tanah yg subur (Sungai Likus adalah anak Sungai Meander). Produksinya yg terkenal antara lain adalah jubah dari wol hitam yg berkilau dan Laodikia juga terkenal sebagai pusat ilmu kesehatan mata. Letaknya sangat ditentukan oleh sistem jaringan jalan raya, sehingga tidak mempunyai sumber air bersih yg tetap dan dekat. Air harus disalurkan lewat pipa-pipa ke kota dari sumber-sumber air panas di tempat yg agak jauh, dan bila tiba di kota air itu mungkin sudah menjadi hangat-hangat kuku. Pada akhirnya kota itu ditinggalkan dan kota baru tumbuh di lahan kota zaman modern (Denizli) di sekitar sumber-sumber air itu. Karena letaknya di jalur lintas yg ramai, maka Injil sampai di Laodikia pada waktu yg sangat dini, mungkin sewaktu Paulus tinggal di Efesus (Kisah 19:1), mungkin pula oleh Epafras (Kolose 4:12, 13).

Dari sini dapat kita ketahui bahwa kota Laodikia merupakan kota yang sangat besar dan makmur sekali. Akan tetapi, walaupun begitu, kemegahan kota Laodikia ni tidak menjadikan Allah senang melihat kehidupan jemaat Laodikia saat itu. bahkan, Allah mencela kota Laodikia dengan sangat keras melalui perkataan yang keluar  dari mulut-Nya. Allah mengatakan bahwa apabila mereka tidak mendengarkan peringatan-Nya maka, Allah akan memuntahkan mereka dari mulut-Nya.

Adapun yang menyebabkan Tuhan mencela  jemaat Laodikia ini adalah karena, jemaat Laodikia menjalani kehidupan yang suam-suam kuku. suam-suam kuku merupakan masalah yang cukup besar di jemaat Laodikia. Masalah di Laodikia adalah bahwa anggota gereja tidak panas atau dingin. Mereka tidak dicirikan oleh dinginnya permusuhan terhadap Injil atau penolakan terhadap iman; tetapi mereka juga tidak dicirikan oleh semangat yang hangat (Kis 18:25; Rom 11:11). Mereka hanya indiferen, nominal, berpuas diri. 

Pada akhirnya kehidupan jemaat di Laodikia mengajak kita untuk merenungkan betapa pentingnya menjadi dampak bagi orang yang belum percaya. Dengan menjadi dampak maka kehidupan kita dapat dikatakan bermanfaat sehingga banyak orang bertobat. 

By: Jeremi Agustino 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)