Siap dibentuk oleh Allah

Nats: Yes 45:9-14

" Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; b  dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: d  "Apakah yang kaubuat? e " atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan! f " 45:10 Celakalah orang yang berkata kepada ayahnya: "Apakah yang kauperanakkan?" dan kepada ibunya: "Apakah yang kaulahirkan?" 45:11 Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, g  Allah dan Pembentuk h  Israel: "Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepada-Ku mengenai anak-anak-Ku, atau memberi perintah kepada-Ku mengenai yang dibuat tangan-Ku? i  45:12 Akulah yang menjadikan bumi j  dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, k  dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya. l  45:13 Akulah yang menggerakkan Koresh m  untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan n  segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku o  dan yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran dan tanpa suap, p " firman TUHAN semesta alam. 45:14 Beginilah firman TUHAN: "Hasil q  tanah dari Mesir dan segala laba dari Etiopia dan orang-orang Syeba, r  orang-orang yang tinggi perawakannya, akan pindah kepadamu dan menjadi kepunyaanmu, mereka akan berjalan di belakangmu t  dengan dirantai; u  mereka akan sujud kepadamu dan akan membujuk v  engkau, katanya: Hanya di tengah-tengahmu w  ada Allah 1 , dan tidak ada yang lain; di samping Dia tidak ada Allah! x

Yesaya adalah nabi yang menjadi perantara Allah untuk menegur bangsa Israel supaya mereka tidak mempertanyakan pencipta-Nya. Hal ini terjadi karena orang Yahudi saat itu bereaksi negatif dan kecewa dengan keputusan yang Allah lakukan yaitu dengan memakai penguasa yaitu raja Koresh yang tidak percaya kepada Allah untuk menebus atau menyelamatkan mereka.

Pada saat menulis nats di atas Yesaya bermaksud mencapaikan beberapa hal terhadap orang Israel. Pertama, milikilah hati yang rela dibentuk. Yang dimaksud adalah kerelaan bangsa Israel untuk menerima segala cara yang dilakukan Tuhan meski terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Kedua, milikilah kepercayaan terhadap Tuhan dengan sepenuh hati. Bangsa Israel adalah bangsa yang sangat tegar tengkuk. Bahkan, tak jarang mereka sering ragu terhadap kuasa Tuhan. Maka dari itu Tuhan mengingatkan agar bangsa Israel tidak perlu ragu terhadap kuasa Tuhan sang pencipta.

Pada akhirnya, hendaklah sebagai orang percaya menjadikan teks ini sebagai refleksi kehidupan kita. Sudahkah kita memiliki hati yang percaya dan rela dibentuk oleh-Nya? Lebih lagi, marilah kita terus bergantung harap kepada Dia dan membangun hubungan pribadi dengan-Nya setiap waktu.

By: Jeremi Agustino

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)