Pendahuluan: Yesus sebagai Anak Manusia


 

           Dalam keempat Injil, Yesus senantiasa menyebut diri-Nya Anak Manusia.[1]  Menurut Iman Santoso istilah Anak Manusia ini muncul lebih dari 80 kali.[2]  Ia menambahkan bahwa kecuali di dalam Injil Yohanes 12:34 dan Kisah Rasul 7:56, istilah itu selalu keluar dari mulut Tuhan Yesus sendiri.[3]  Sejalan dengan Santoso, Dunn mengatakan, “Gelar Anak Manusia dalam diri Yesus tidak pernah muncul dari pengakuan para muridNya.”[4]  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa istilah Anak Manusia merupakan pengakuan Yesus atas diriNya sendiri.

            Gelar Yesus sebagai Anak Manusia mengalami serangan hebat dari kalangan doketisme.[5]  Menurut Krumm doketisme melihat bahwa Yesus merupakan sosok menyerupai manusia yang hadir dalam sejarah dan bentuk fisik.[6]  Singkatnya, doketisme memandang kemanusiaan Yesus bersifat maya dan tidak nyata.



[1] Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru, diterjemahkan oleh Pidyarto, (Malang: Gandum Mas, 1996), 137.

 

[2] David Iman Santoso, Theologi Markus: Intisari dan Aplikasinya, (Malang: Literatur SAAT, 2012), 61.

 

[3] Ibid.

 

[4] James D.G Dunn, Unity and Diversity in The New Testament: An Inquiry into Character of Earliest Christianity,third edition, (Valley Forge: Trinity Press International, 1997), 35.

 

[5] John M Krumm, Modern Heresies: A Guide to Straight Thinking about Religion, (United States America: Seabury Press, 1961), 114.

 

[6] Ibid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Mengampuni (Lirik & Chord) Maria Shandi