Artikel: Hermeneutik Pentakosta


 

           

Pentakosta membangun hermeneutiknnya berdasarkan tulisan-tulisan Lukas.  Bagi Kaum Pentakosta tulisan Lukas bukanlah tulisan tanpa tujuan, melainkan ada tujuan sejarah dengan agenda teologis yang dalam.  Namun demikian halnya, tulisan-tulisan Lukas tidak mendapat tempat dalam ilmu hermeneutik.  Ini dikarenakan tulisan Lukas bersifat naratif bukan didaktif. 

Seiring berjalannya waktu ilmu hermeneutik mengalami perubahan.  Perubahan pandangan yang dimaksud adalah ilmu hermeneutik mulai memandang kisah naratif juga mengandung unsur didaktis di dalamnya.  Perubahan ini pada akhirnya membuat kisah-kisah naratif yang dipegang kokoh oleh kaum Pentakosta mendapat perhatian dari seluruh kalangan injili.  Pada akhirnya keterbukaan terhadap penafsiran kisah naratif, menjadikan ilmu hermeneutik bersifat heterogen.

Injil Lukas memberikan sumbangsih penting bagi teologi Pentakosta khususnya berkenaan dengan doktirn Roh Kudus.  Ini dikarenakan kaum Pentakosta membangun pendekatan pneumatologi berdasarkan tulisan Lukas.  Pneumatologi Lukas umumnya berbeda dengan pneumatologi Paulus.  Paulus melihat bahwa Roh Kudus adalah Roh yang mempersatukan, sedangkan Lukas melihat Roh Kudus sebagai Roh yang memberdayakan. 

Meski sepertinya terdapat jarak yang jauh antara konsep Roh Kudus dalam Lukas dan Paulus, sesungguhnya konsep keduanya selaras adanya.  Lukas lebih menekankan dimensi karismatik dalam pembahasannya mengenai doktrin Roh Kudus.  Pada akhirntya dapat dikatakan bahwa konsep Roh Kudus antara Lukas dan Paulus saling melengkapi satu dengan yang lain. 

Disadur dari: 

Menzies, William, Robert Menzies.  Roh Kudus dan Kuasa: Dasar-dasar Pengalaman Pentakostal.  Diterjemahkan oleh Magda L Toruan.  Batam: Gospel Press, 2005.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Ujilah Aku Tuhan (Lirik & Chord)