Quo Vadis

Nats: 1 Ptr 5:7-11

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, q  sebab Ia yang memelihara kamu 1 . r  5:8 Sadarlah s  dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis 2 , berjalan keliling t  sama seperti singa u  yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Lawanlah dia v  dengan iman w  yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan x  yang sama. 5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu y  dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya z  yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan a  dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 5:11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Quo vadis atau dalam bahasa Indonesia kemana engkau pergi adalah frasa yang muncul pada masa Nero memerintah sebagai kaisar di Roma. Di sana muncul banyak penganiayaan sehingga banyak umat Kristen yang menderita. Penganiayaan ini membuat banyak umat Kristen yang akhirnya mempertanyakan dimanakah Tuhan saat terjadi banyak penganiayaan tersebut.

Pertanyaan tentang dimanakan Tuhan saat terjadi penganiayaan sudah ada sejak Petrus melayani di Roma. Disana banyak umat Kristen yang mengalami penderitaan sehingga banyak di antara mereka yang pada akhirnya mempertanyakan kehadiran Tuhan. 

Sebagai orang percaya setidaknya ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dari nats ini. Pertama, percayalah bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Di tengah penderitaan yang dialami Tuhan tidak pernah menutup mata melainkan Ia selalu menyediakan yang terbaik menurut versinya.

Kedua, awasiah hidup kita dengan seksama. Di tengah banyak penderitaan dunia selalu menawarkan jalan pintas demi mencapai kesuksesan dalam hal apapun. Namun, sebagai orang percaya janganlah kita menuruti hawa nafsu dunia melainkan bersandarlah kepada Tuhan senantiasa.

By: Felix Justian Harnanta
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Kucari Damai (Lirik & Chord)

Pribadi Yang Mengenal Hatiku (Lirik & Chord) Jacqlien Celosse

Mengampuni (Lirik & Chord) Maria Shandi