Campuran


Setelah dahulu pada zaman-zaman sebelumnya Brahma-Wishnu-lshwara menjelma di dalam berbagai raja-raja di dunia, maka kini pada zaman kaliyuga turunlah Sri Jinapati (Buddha) untuk meredakan amarah Bathara Kala. Sebagaimana Sidharta Gautama, sebagai titisan Sri Jinapati, Sutasoma putra Mahaketu raja Hastina, keturunan Pandawa, meninggalkan kehidupan istana dan memilih hidup sebagai seorang pertapa. Pada suatu hari, para pertapa mendapat gangguan dari Porusada, raja raksasa yang suka menyantap daging manusia. Mereka memohon kepada Sutasoma untuk membunuh raksasa itu, tetapi permintaan itu ditolaknya. Selengkapnya>

Sumber-sumber Sejarah Kuno Non-Kristen Mengenai Penyaliban Yesus 

Membaca Kitab-kitab Injil sambil berharap atau bahkan berupaya memperlihatkan bahwa Yesus tidak disalibkan atau disalibkan tetapi tidak mati karena penyaliban itu, sudah sangat pasti merupakan suatu kesalahan pembacaan yang sangat serius. Keempat Injil kanonik (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) sepakat bahwa Yesus menderita dan disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Bahkan tidak sedikit sarjana yang percaya bahwa penekanan utama dalam penulisan Kitab-kitab Injil adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada minggu terakhir kehidupan Yesus di bumi sebagai kulminasi (puncak) pelayanan-Nya. Selengkapnya> 


Humor Rohani


Sama-sama takut
Untuk yang kesekian kalinya, Ibu Santi datang menemui pendetanya untuk mengeluhkan hal yang sama, "Saya sangat takut Pak Pendeta. Suami saya terus mengancam akan membunuh saya kalau saya datang ke gereja Anda."
Dengan perasaan bosan karena laporan itu sudah yang kesekian kalinya, sang pendeta menjawab, "Ya ... ya ... ya, saya akan terus berdoa untuk Ibu. Namun, Ibu harus memiliki iman dan percaya bahwa Tuhan akan menjaga Ibu."
"Oh, tentu saja Pak Pendeta, Tuhan sudah melindungi saya sejauh ini, tetapi ..." muka Ibu Santi terlihat lebih cemas dari biasanya.
"Kenapa, Bu?" tanya sang pendeta. Selengkapnya>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imanuel Di tengah Pandemi

 Nats: Ayb 2:10 "Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari A...